Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang melaksanakan launching Bulan Imunisasi Anak Nasioanl (BIAN) dan Bulan Penimbangan Balita (BPB) senin 1/8/2022

kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid meeting, diikuti oleh 35 kecamatan dengan Muspikanya, 36 Puskesmas, dan pertemuan tatap mukanya dihadiri oleh Bupati dan jajaran Forkopimda, Organisasi profesi, tokoh agama, serta adanya dukungan dari sponsor diantaranya RSIA Permata Bunda, BPR Berkah Pandeglang, Bank bjb, bjb Syariah, BWS, RS Alinda, IBI, HAKLI, IDI, BRI, PPNI, Wisata kolam renang DM.

Dalam sambutannya Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita, SE, MM menyampaikan bahwa Pelaksanaan BIAN adalah upaya Pemerintah  untuk menggenjot cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi COVID-19, sedangkan Bulan Penimbangan Balita (BPB) adalah kegiatan rutin setiap bulan untuk Pemantauan pertumbuhan balita.

Lebih lanjut disampaikan oleh Bupati bahwa Kegiatan BPB  berbarengan dengan pemberian vitamin A yang diberikan dua kali dalam setahun yakni dengan bulan Februari dan Agustus. Kekurangan vitamin A dapat berdampak kelainan pada mata yang umumnya terjadi pada balita usia 6 bulan s/d 4 tahun, yang menjadi penyebab utama kebutaan dan mudah mengalami infeksi saluran napas,  campak, diare dan infeksi lainnya, Sedangkan pemantauan perkembangan balita dilakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita usia 0-59 bulan, untuk mengukur tingkat pertumbuhan balita, mencegah kekurangan gizi buruk yang dapat mengakibatkan terjadinya kasus stunting/gagal tumbuh pada balita.

Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif. Tak hanya itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan.

Bupati mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Untuk selanjutnya  agar setiap bulan penimbangan Balita di Posyandu   dilakukan dengan perencanaan yg baik, dengan melakukan inovasi inovasi kegiatan di posyandu biar masyarakat tidak males tidak jenuh untuk datang ke posyandu, berikan edukasi-edukasi, berikan PMT yang bervariasi setiap bulannya, jangan jajanan pabrikan sebaiknya makanan olahan lokal yg di masak oleh ibu2 PKK desa, dengan memanfaatkan hasil taman gizi, supaya anak2 kita tidak kekurangan gizi.

Kepala Dinas Kesehatan Hj. Raden dewi Setiani,Amd.Keb, S.Sos, MA  mengatakan bahwa Kegiatan BIAN di Kabupaten Pandeglang yang dimulai dari 01 Agustus s/d 14 September 2022 dapat menjadi peluang untuk meningkatkan Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Kabupaten Pandeglang, menambah capaian Desa UCI, dan mengendalikan PD3I (Penyakit Dapat Dicegah dengan Imunisasi) di Kabupaten Pandeglng

Dengan terselenggaranya kegiatan BIAN diharapkan kekebalan masyarakat terbentuk, sehingga pada akhirnya bisa mencapai eliminasi Campak-Rubela, mempertahankan status Indonesia Bebas Polio, mempertahankan eliminasi tetanus pada ibu hamil dan bayi baru lahir serta mengendalikan penyakit difteri dan pertusis.

BIAN merupakan Upaya pemerintah dalam Penguatan Imunisasi Dasar lengkap yg capaiannya rendah karena Pandemi Covid’19 dan ini merupakan bagian dari intervensi spesifik agar bayi Balita tidak menderita penyakit kronis yg akan menyebabkan asupan gizi yg tidak maksimal akhirnya bisa menyebabkan stunting. Bila kesenjangan imunitas ini tidak segera dikejar maka akan terjadi peningkatan kasus dan KLB (Kejadian Luar Biasa) yang akan menjadi beban ganda di tengah pandemi.

Mari kita sukseskan dua kegiatan ini dengan mengintegrasikan pelaksanaannya karena sasaran dan tempat Bulan Penimbangan Balita dan BIAN adalah sama yaitu di posyandu.

 

Leave a Reply