Saat ini masalah kekurangan gizi di Indonesia masih cukup tinggi baik masalah gizi kurang (underweight), pendek (stunting) maupun kurus (wasting). Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi di dalam kandungan hingga usia dua tahun atau pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sehingga perlu dilakukan kegiatan pemantauan pertumbuhan pada balita minimal dua kali setahun serta penanggulangan masalah gizi lainnya melalui pendekatan 1000 HPK.

Vitamin A merupakan vitamin yang sangat penting bagi tubuh untuk meningkatkan kinerja organ tubuh terutama mata. Untuk itu, setiap bulan Februari dan Agustus dilakukan pembagian Vitamin A pada balita dan anak-anak usia 6 (enam) bulan hingga 5 (lima) tahun.

Dalam rangka bulan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan terintegrasi pemberian Vitamin A di bulan Agustus diperlukan koordinasi berbagai pemangku kepentingan. Untuk mempersiapkan kegiatan tersebut Dinas Kesehatan mengadakan Rapat Persiapan Pelaksanaan Bulan Penimbangan Balita pada hari Rabu (27/07/2022) di Hotel S’Rizki Pandeglang.

Pada pertemuan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Hj. Raden Dewi setiani, Amd.Keb, S. Sos, MA menyampaikan pentingnya pemantauan status gizi balita yang dapat dilakukan dengan pengukuran dan penimbangan balita melalui Bulan Penimbangan Balita. oleh karena itu dibutuhkan persiapan dan dukungan dari lintas sektor, PKK kecamatan dan desa, kader dan masyarakat secara bersama sama. Hasil tersebut dapat dijadikan bahan perencanaan perbaikan gizi di masa yang akan datang.

Peserta rapat tersebut sejumlah 108 peserta dari Puskesmas, Kecamatan, dan Koramil. Kegiatan ini bertujuan menyediakan informasi berkala dan terus menerus tentang besaran masalah gizi dan perkembangannya di masyarakat, dengan perhatian khusus pada golongan rawan gizi, Memonitor dan menilai efektivitas program gizi, Menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk analisis penyebab masalah gizi dan faktor-faktor yang terkait, sehingga upaya pencegahan yang tepat dapat ditetapkan berupa intervensi gizi, Menyediakan informasi untuk dasar penentuan prioritas sumber daya bagi pemenuhan kebutuhan penanggulangan masalah gizi, Menyediakan informasi kecenderungan (trend) masalah gizi masyarakat untuk membantu merumuskan kebijakan upaya pencegahan sesuai dengan potensi dan sumber daya yang tersedia.

Informasi yang disediakan akan menjadi dasar yang kuat bagi pembuat keputusan untuk merumuskan kebijakan, menyusun perencanaan, dan pengelolaan program yang lebih baik untuk meningkatkan status gizi masyarakat.

 

Leave a Reply