Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita, SE, ME membuka acara rapat gabungan PKK dan DWP Kab. Pandeglang yang dilaksanakan pada hari Kamis (21/7/2022) di Pendopo.

Rapat gabungan ini dalam rangka mensinergikan kegiatan PKK dan DWP baik tingkat Kabupaten maupun tingkat Kecamatan dalam mendukung program Pemerintah pada upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Peserta rapat adalah ketua DWP OPD, sekertaris DWP Kecamatan, Ketua TP.PKK Kecamatan, Ketua TP.PKK desa lokus stunting, dan tamu undangan Bhayangkari, Persit 0601, Persit 320. Rapat gabungan ini mengundang narasumber dari 4 OPD ; Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, DP2KBP3A, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMPD). Dinkes memaparkan tentang intervensi gizi spesifik dan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional, Dinsos tentang Peran Dinas sosial dalam pencegahan dan penurunan stunting melalui perlindungan dan jaminan sosial bagi keluarga yang mempunyai kasus stunting, DPMPD tentang Peran kader Pemberdayaan Manusia (KPM) dan Dukungan anggaran Desa dalam percepatan penurunan stunting, DP2KBP3A tentang Advokasi, konsolidasi dan verifikasi validasi data.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa untuk menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Pandeglang adalah tanggung jawab semua, mulai dari Pemerintah Daerah, Dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi profesi, seluruh elemen masyarakat harus terlibat.

Bupati menekankan bahwa PKK dalam memberdayakan keluarga dan masyarakat perlu mengaktifkan kembali Dasawisma yang ada di tingkat RT/RW. Pemberdayaan keluarga denga 10 program pokok PKK yaitu Penghayatan,  dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Ketrampilan, Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup, dan Perencanaan Sehat. Selanjutnya dilakukan penggalangan komitmen pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Hj. Raden dewi setiani, Amd.Keb, S.Sos, MA sangat mengapresiasi kegiatan rapat gabungan tersebut, sehingga kegiatan dapat disinergikan, semakin banyak yang tau permasalahan stunting, semakin banyak yang tau cara mencegah stunting untuk anak balita sehingga prevalensi stunting di Kabupaten Pandeglang dapat ditekan. Upaya mencegah stunting pada balita seperti ; Rutin memantau pertumbuhan perkembangan balita, Memberikan makanan tambahan (PMT) untuk balita, Melakukan stimulasi dini perkembangan anak, Memberikan pelayanan dan perawatan kesehatan yang optimal untuk anak.

Pencegahan dan percepatan penurunan stunting dilakukan melalui intervensi gizi spesifik  dan intervensi gizi sensitif. kontribusi Dinkes pada intervensi gizi spesifik 30%, sedangkan intervensi gizi sensitif oleh OPD terkait 70%, lanjut Kepala Denas.

Diakhir kegiatan staf ahli TP.PKK kab. Pandeglang Ny. Hj. wati Purwadi kembali mengingatkan kepada peserta untuk mengambil langkah langkah sesuai yang telah diarahkan oleh para narasumber.

Leave a Reply