Badan Kesehatan dunia (WHO) telah menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang tidak diketahui Etiologinya (Acute hepatitis of unknown aetiology) pada anak anak usia 11 bulan – 5 tahun pada periode januari hingga maret 2022 di Scotlandia Tengah. Sejak secara resmi di publikasikan  sebagai kejadian luar biasa (KLB) oleh WHO pada tanggal 15 April 2022, jumlah laporan terus bertambah. Per 21 April 2022 tercatat 169 kasus.

 

Surat Edaran  (SE) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang kewaspadaan terhadap penemuan kasus Hepatitis Akut yang tidak diketahui Etiologinya (Acute hepatitis of unknown aetiology).

Di Indonesia kewaspadaan semakin meningkat setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN dr. Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta meninggal dunia dengan dugaan  penyakit tersebut dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022. Gejala yang ditemukan pada pasien adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran.

Jika terdapat anak anak yang memiliki  gejala kuning, sakit perut, muntah muntah, dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, penurunan kesadaran, agar segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan Kesehatan terdekat jangan sampai menunggu gejala lanjut muncul.

 

Juru Bicara Kemenkes  Siti Nadia Tarmiji menegaskan, Kemenkes melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan  panel virus secara lengkap.

Pemerintah menghimbau masyarakat untuk berhati hati dan tetap tenang. Lakukan Tindakan pencegahan  seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta melaksankan protokol Kesehatan.

Leave a Reply