Pemantauan pertumbuhan balita merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal yang harus dilakukan di daerah. Status gizi masyarakat pada umumnya, menjadi kebutuhan data di daerah untuk mengetahui seberapa besar masalah gizi yang ada di wilayahnya sebagai dasar perencanaan kegiatan dan evaluasi kinerja serta intervensi apa yang akan dilakukan para pemangku kebijakan.

Mengingat pentingnya data tersebut, dibutuhkan sistem pencatatan dan pelaporan yang akurat dan menggambarkan tiap individu. Sistem informasi gizi terpadu (Sigizi Terpadu) merupakan bagian besar dari sistem yang digunakan untuk mencatat dan melaporkan data gizi,baik data sasaran individu, status gizi, cakupan kinerja dan juga PMT.

Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat atau yang disebut ePPGBM merupakan bagian dari Sigizi Terpadu yang dapat digunakan untuk mencatat data sasaran individu dan hasil penimbangan dan pengukurannya yang dapat memberikan feedback secara langsung hasil status gizi sasaran tersebut.

Data dan informasi yang dihasilkan dari Kegiatan Surveilans Gizi melalui EPPGBM dapat dijadikan bahan pengambilan keputusan dan penyusunan rencana kegiatan pembinaan gizi di suatu wilayah, khususnya di Kabupaten Pandeglang.

 

 

Oleh karena itu Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang melaksanakan Kegiatan OJT Pemutakhiran Data Surveilans Gizi melalui E-PPGBM di Hotel S’Rizky Pandeglang dengan peserta kegiatan tenaga pelaksana gizi dari 36 Puskesmas.

Kegiatan OJT Pemutakhiran Data Surveilans Gizi bertujuan untuk menyediakan informasi secara berkala dan terus menerus tentang keadaan gizi masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Informasi yang disediakan akan menjadi dasar yang kuat bagi pembuat keputusan untuk merumuskan
kebijakan, menyusun perencanaan, dan pengelolaan program yang lebih baik untuk meningkatkan status gizi masyarakat.

Leave a Reply