Penilaian kinerja Kabupaten/kota se-Provinsi Banten terhadap 8 (delapan) aksi konvergensi penurunan dan pencegahan stunting terintegrasi tahun 2022.

Mengacu pada Surat Menteri Dalam Negeri No 440/2611/Bangda Tanggal 12 April 2022 Perihal Penilaian Kinerja 8 (delapan) Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2022 dan Penempatan Tenaga Ahli LGCB-ASR, Provinsi Banten  melaksanakan Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota Tahun 2022 yang dilaksanakan pada hari rabu, 15 Juni 2022 di Ballroom Bappeda Provinsi Banten.

Penilaian Kinerja ini adalah untuk:

  1. Mengukur tingkat kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 (delapan) aksi konvergensi penurunan stunting;
  2. Memastikan akuntabilitas kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 (delapan) aksi konvergensi penurunan stunting;
  3. Mengevaluasi kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 (delapan) aksi konvergensi penurunan stunting;
  4. Mengapresiasi kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 (delapan) aksi konvergensi penurunan stunting.

Pada penilaian kinerja terhadap 8 (delapan) aksi konvergensi intervensi penurunan stunting di hadiri oleh kepala PPM Bappeda Provinsi Banten, tim penilai satgas provinsi dan perwakilan Ditjen Bina Bangda Kemendagri.

Tim TPPS Kabupaten Pandeglang  dihadiri oleh Kabid PPM, Kepala dinas DP2KBP3A, kabid KB, kabid Kesmas Dinkes dan fungsional, kabid kelembagaan DPMPD, kabid konsumsi dan keamanan pangan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan, Diskomsantik dan DPUPR, paparan disampaikan oleh Kabid sosbud Bappeda, dalam paparannya disampaikan  bahwa prevalensi stunting Kabupaten Pandeglang berdasarkan riskesdas 2018  adalah 39,5% , hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2019 adalah 34,01% , hasil Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) tahun 2021  adalah 14,0%.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang berkomitmen dalam upaya percepatan penurunan stunting, upaya Pemerintah daerah dalam konvergensi penurunan stunting diantaranya menerbitkan regulasi terkait upaya  pencegahan dan penanganan stunting, melaksanakan rembuk stunting, melaksanakan rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting, bekerjasama dengan berbagai pihak (OPD terkait, akademisi, media, dunia usaha dan ormas). OPD terkait melaksanakan aksi cegah stunting sesuai peran dan tugas fungsinya.

Pemda mengalokasikan anggaran dalam konvergensi stunting untuk mendorong seluruh OPD dan mendukung program yang dapat mempercepat penurunan stunting. Banyak hal yang telah dilakukan  Pemda secara umum dengan program program unggulan dan inovasinya serta melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Leave a Reply